• Hubungi Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
Selasa, Februari 10, 2026
Baro-meter.id
  • Login
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Baro-Meter.id

Overlapping Indonesia dan China di Laut China Selatan: Dikecam sebagai Blunder Diplomatik?

Baro Meter by Baro Meter
27 November 2024
in OPINI
0
Overlapping Indonesia dan China di Laut China Selatan: Dikecam sebagai Blunder Diplomatik?

Oleh: Irna Haryanti
Mahasiswi Fakultas Hukum Unja

Setelah penandatanganan joint statement, Prabowo Subianto, dalam konferensi pers, menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya di Laut China Selatan, khususnya di sekitar Natuna.

READ ALSO

Ekonom Unja Paparkan Indikator Kemajuan Pembangunan Jambi di Kepemimpinan Al Haris-Sani

Selamat Ginting Prediksi Dudung Kepala BIN, Agus Subiyanto KSAD

Pernyataan ini bertujuan untuk meyakinkan publik Indonesia bahwa meskipun Indonesia berupaya memperkuat kerja sama dengan China, Indonesia tidak akan mengorbankan hak-hak teritorialnya atas ZEE yang sah di Natuna.

Namun, pernyataan tersebut tak cukup untuk meredakan kekhawatiran yang berkembang di kalangan kalangan analis dan pengamat hukum internasional yang menilai langkah diplomatik ini berpotensi sebagai sebuah blunder.

Berbagai kalangan, baik dari pengamat kebijakan luar negeri hingga akademisi hukum, menilai pernyataan bersama tersebut sebagai langkah mundur yang berisiko merugikan Indonesia dalam sengketa Laut China Selatan.

Menurut Dr. Rizky M. Arifin, seorang pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia, joint statement ini berpotensi mengaburkan posisi Indonesia yang selama ini konsisten menolak klaim sepihak China atas Laut China Selatan.

“Indonesia telah berulang kali menegaskan bahwa klaim China melalui ‘Nine-Dash Line’ tidak memiliki dasar hukum yang sah.

Namun, joint statement ini seakan memberikan legitimasi terhadap klaim China, yang bisa mengarah pada ambiguitas dalam posisi Indonesia mengenai hak-hak ZEE di sekitar Natuna. Ini adalah blunder diplomatik yang bisa merugikan kedaulatan kita dalam jangka panjang,” tegas Rizky.

Sementara itu, sejarawan dan analis politik, Wicaksono D. Raharjo, juga menyatakan keprihatinan atas ketidaktegasan Indonesia dalam merespons klaim China yang semakin agresif.

“Indonesia mungkin berharap untuk memperbaiki hubungan dengan China dalam aspek perdagangan dan militer, tetapi tidak seharusnya ini mengarah pada kerugian posisi Indonesia dalam hal kedaulatan wilayah,” katanya.

“Kita harus ingat, posisi Natuna bukan hanya penting secara strategis, tetapi juga secara hukum internasional.”

Pernyataan bersama yang menekankan penyelesaian sengketa secara damai memang sejalan dengan prinsip dasar hukum internasional.

Namun, menurut para pengamat hukum internasional, kunci utama dalam penyelesaian sengketa Laut China Selatan terletak pada penerapan UNCLOS, yang secara jelas mengatur batasan ZEE negara-negara pesisir.

Ke depan, Indonesia perlu menegaskan kembali komitmennya terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kedaulatan negara di Laut China Selatan.

Dalam hal ini, diplomasi yang lebih tegas dan tidak ambigu sangat diperlukan untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dapat menjaga kepentingan nasionalnya tanpa kehilangan posisi diplomatik dengan negara besar seperti China.

Penting bagi Indonesia untuk terus memperjuangkan hak-haknya melalui jalur diplomatik, serta memperkuat kerjasama dengan negara-negara ASEAN lainnya untuk menegakkan hukum internasional di kawasan Laut China Selatan.

Dengan demikian, kedaulatan Indonesia atas ZEE Natuna dan kawasan sekitarnya dapat tetap terjaga, meskipun di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Related Posts

Ekonom Unja Paparkan Indikator Kemajuan Pembangunan Jambi di Kepemimpinan Al Haris-Sani
OPINI

Ekonom Unja Paparkan Indikator Kemajuan Pembangunan Jambi di Kepemimpinan Al Haris-Sani

Selamat Ginting Prediksi Dudung Kepala BIN, Agus Subiyanto KSAD
OPINI

Selamat Ginting Prediksi Dudung Kepala BIN, Agus Subiyanto KSAD

NASIONAL

Renegotiations for jet fighter project aim to ease burden on state budget

OPINI

Indonesian Government Targets 16.6% Tax Revenue Growth In 2019

HUKRIM

Crashed Lion Air Jet Had Faulty Speed Readings on Last 4 Flights

Health

Recommended Evening Workouts If You’re Not A Morning Person

Next Post
Ketua DPRD Hadiri Penyerahan Digital DIPA Tahun 2025

Ketua DPRD Hadiri Penyerahan Digital DIPA Tahun 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

No Content Available
Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

EDITOR'S PICK

Wagub Berikan Penghargaan Kartini Masa Kini Provinsi Jambi

Wagub Berikan Penghargaan Kartini Masa Kini Provinsi Jambi

Insan PetroChina Menanam Harapan Melalui Donasi 5.000 Mangrove

Insan PetroChina Menanam Harapan Melalui Donasi 5.000 Mangrove

Bupati Tanjab Barat Hadiri Pembukaan Gubernur Cup Jambi Tahun 2024

Bupati Tanjab Barat Hadiri Pembukaan Gubernur Cup Jambi Tahun 2024

Hadiri Konsolidasi SDM BKKBN Provinsi Jambi, Edi Purwanto disambut Ratusan Penyuluh dan Petugas KB

Hadiri Konsolidasi SDM BKKBN Provinsi Jambi, Edi Purwanto disambut Ratusan Penyuluh dan Petugas KB

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pasang Iklan

© 2024 Baro-Meter.ID

No Result
View All Result
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN

© 2024 Baro-Meter.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In